Piwulang sayekti dari tembang sluku bathok

 

~Teringat di kala itu tembang~

"Sluku-sluku bathok, batoke ela-elo, si Romo menyang Solo, leh olehe payung mutho, makjenthit slololobah, wong mati ora obah, yen obah mendeni bocah, yen urip goleko duwit"

Salikku- salikku ...batok kepalamu
Kepala menggeleng (dzikir) Lailaha ilallah
Romo pergi ke Solo (untuk urusan dunia)
Oleh-olehnya Payung Kematian (Pengayoman di kala wafat)
Telunjuk kesaksian dan salam di akhir sholat
Orang mati tidak bisa apa-apa
Kalau bergerak sedikit saja anak kecil pada takut
Andai bisa hidup kembali, suruh saja cari duwit banyak

Toh kenyataannya kematian itu ketidak berdayaan yang pasti
Semua orang akan sampai pada kematian
Keadilan Tuhan kepada semua makhluk yang hidup
Entah itu kere dan lonte, entah itu sarjana atau raja

...............sama saja..............

Previous
Next Post »
Thanks for your comment